Wisata Tana Toraja Sulawesi selatan objek wisata pesta pemakaman orang mati yang sangat unik

Wisata Tana Toraja Sulawesi selatan objek wisata pesta pemakaman orang mati yang sangat unik, Sulawesi selatan salah satu provinsi di timur Indonesia yang kaya akan budaya dan adat istiadat yang hingga kini masih banyak dipegang oleh para penerusnya. Jika kita berkunjung ke Sulawesi selatan, banyak sekali objek wisata yang bisa kita kunjungi, baik objek wisata alam maupun objek wisata pantainya. Semua menawarkan pemandangan dan pengalaman yang sangat tak terlupakan.

MAU BELAJAR BISNIS ONLINE GRATIS? DAPATKAN VIDEO TUTORIAL BISNIS ONLINE GRATIS SEKARANG JUGA LANGSUNG KE ALAMAT EMAILMU? KLIK AJA GAMBAR DIBAWAH INI, GRATIS KOK !!

Seperti pantai Losari, Benteng somba opu, Bantimurung, Malino dan masih banyak lagi. Di Sulawesi selatan juga terdapat suku besar seperti Suku Bugis, Suku Makassar dan Suku Toraja dan suku-suku lainnya. Khususnya suku Toraja, wilayah ini merupakan salah satu objek wisata favorit di Sulawesi selatan, dan juga merupakan objek wisata favorit dan menjadi andalan pemerintah daerah Sulawesi selatan.

Jaraknya cukup jauh dari kota Makassar, kita harus menempuh perjalanan sekitar 8 hingga 10 jam perjalanan ke arah utara dengan menyusuri sepanjang garis pantai Sulawesi selatan menuju Tana Toraja. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan pantai yang sangat indah disebelah kiri jalan, hingga kota Pare-pare, Enrekang, sampai kita tiba di kabupaten Tana Toraja, baru disini pemandangan yang akan kita saksikan adalah pemandangan indah pegunungan Sesean dengan bukit-bukit yang berwarna hijau dan tampak sangat indah dan udara yang akan kita rasakan mulai sejuk.

Objek wisata di Tana Toraja itu sendiri sangatlah banyak, seperti Ke’te Kesu, Upacara Rambu Solo, Londa, Batutumonga, Bori Parinding, Ranteallo, Museum Ne’Gandeng, Pallawa, Air terjun Sarambu Assing dan masih banyak lagi berbagai wisata yang bisa kita nikmati di Tana Toraja.

Salah satu yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Tana Toraja dengan budaya lainnya di Tanah Air adalah upacara kematian yang di kalangan masyarakat Tana Toraja biasa disebut Pesta Kematian, memang sedikit janggal kedengarannya, namun memang seperti itu adanya, karena biasa jika seseorang ditinggal oleh salah satu sanak saudaranya, di masyarakat Tana Toraja, biasa ditanya “kapan dipestakan” hal ini yang memang menjadi tradisi turun temurun yang sudah dijalankan oleh masyarakat Tana Toraja selama ratusan yang hingga kini masih dipertahankan, dan bahkan saat ini menjadi salah satu wisata budaya Favorit dan banyak dinantikan oleh wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dimana prosesi pesta kematian di Tana Toraja biasa disebut Upacara Rambu Solo, yaitu upacara budaya, berupa pesta kematian yang dilakukan oleh masyarakat Tana Toraja untuk menghormati dan mengantar arwah sanak saudara yang sudah meninggal dengan memotong hewan ternak berupa Babi dan Kerbau.

GABUNG SEKARANG YUK, GRATIS TUTORIAL CARA CARI UANG DI INTERNET
PropellerAds

Dimana kepercayaan masyarakat Tana Toraja yang diwariskan turun temurun dari nenek moyang, yang dahulu masih mempercayai kepercayaan orang tua dahulu kala yang biasa disebut Aluk Todolo, dimana masyarakat Tana Toraja mempercayai bahwa semakin banyak ternak yang dikorbankan maka semakin cepat juga arwah dari orang yang sudah meningal tersebut sampai di Surga atau Khayangan. Upacara Rambu Solo merupakan pesta pemakaman yang didalamnya banyak kegiatan dan aturan yang harus dijalani, dan memakan biaya yang sangat mahal, puluhan dan ratusan juta rupiah bahkan bisa lebih lagi hingga milyaran, karena tergantung dari jumlah Babi dan Kerbau yang dikorbankan.

Karena harga kerbau di Tana Toraja bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, Seperti kerbau bule yang biasa di Tana Toraja disebut Tedong Bonga, harganya diatas ratusan juta rupiah perekornya, dan jika sedang melaksanakan upacara Rambu Solo, akan banyak Babi dan kerbau yang bisa mencapai puluhan ekor yang dipotong, terutama jika yang melangsungkan upacara Rambu Solo adalah kaum bangsawan Tana Toraja atau orang yang mampu secara financial, tak heran jika upacara ini akan memakan biaya yang sangat mahal.

Walau saat ini sudah banyak masyarakat Tana Toraja yang memeluk agama Kristen dan Islam, namun upacara Rambu Solo tetap dilakukan sebagai kekayaan budaya warisan nenek moyang yang harus dipertahankan. Dan hal inilah yang justru menjadi daya tarik utama wisata di Tana Toraja, yaitu keunikan upacara Rambu Solo, atau pesta pemakanan di Tana Toraja, selain memang adat istiadat dan rumah masyarakat Tana Toraja yang juga mempunyai keunikan tersendiri dan sangat mahal untuk membuatnya dan tidak sembarang tukang kayu bisa membuat rumah adat Tana Toraja yang biasa disebut Tongkonan.

Demikain artikel ini mengenai Wisata Tana Toraja Sulawesi selatan objek wisata pesta pemakaman orang mati yang sangat unik, semoga bermanfaat.

MAU TAHU CARA DAPET UANG DARI INTERNET, Banyak yang sudah BERHASIL DAN SUKSES, anda mau juga: silahkan klik lin dibawah ini:

Komunitas Bisnis Online dan Internet Marketing Terbaik Di Seluruh Indonesia

MAU BELAJAR BISNIS ONLINE GRATIS? DAPATKAN VIDEO TUTORIAL BISNIS ONLINE GRATIS SEKARANG JUGA LANGSUNG KE ALAMAT EMAILMU? KLIK AJA GAMBAR DIBAWAH INI, GRATIS KOK !!
SEBENTAR SAJA, ANDA SUDAH PUNYA WEBSITE

//deloplen.com/afu.php?zoneid=1902675