Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik

Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik, Hobby memelihara jenis jenis burung sangatlah menyenangkan, kadang malah kita sampai lupa waktu untuk mengerjakan hal lainnya. Namun jika kita pandai memanfaatkan hobby tersebut, alhasil malah dapat menghasilkan pendapatan dari kesenangan kita tersebut. Salah satunya adalah beternak burung. 

Jika kita mau mencoba untuk menangkarkan burung, perlu diperhatikan juga burung-burung apa saja yang saat ini sering diperlombakan. Selain kenari, cucak ijo, lovebird, kacer, dll, burung murai merupakan primadona dalam ajang lomba burung, dimana pesertanya selalu banyak dan hampir disemua lomba selalu dibuka kelas lomba murai. Nah saat ini kita akan membahas cara dan teknik penangkaran burung murai.

MAU BELAJAR BISNIS ONLINE GRATIS? DAPATKAN VIDEO TUTORIAL BISNIS ONLINE GRATIS SEKARANG JUGA LANGSUNG KE ALAMAT EMAILMU? KLIK AJA GAMBAR DIBAWAH INI, GRATIS KOK !!
 Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik, Jenis murai yang paling banyak di cari orang dan penghobis burung  adalah murai Batu . Ciri-ciri dari murai batu  adalah  bulunya berwarana coklat tua, ekornya panjang sehingga agak melengkung kebawah. Murai Medan yang biasa dipakai sebagai indukan sebaiknya yang memiliki ekor yang panjang atau bisa juga  yang  berekor sedang . Namun murai yang sering dibawa dalam kontes burung biasanya murai yang memiliki ekor sedang. Selain Murai Batu medan, yang juga sering dilombakan adalah murai lampung dan murai Kalimantan atau Borneo.
Ukuran kandang untuk beternak murai 

Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik, Ukuran rata-rata 1,2 X 1,5 meter tinggi 2 meter,  Sebaiknya  dalam kandang harus terkena sinar matahari, walaupun itu sebaiknya sebagian saja jangan keseluruhan kandang dan sebaiknya harus di tempat sepi,walaupun pernah juga ada beberapa teman yang mencoba beternak didekat tempat keramaian dan berhasil, tapi karena kebanyakan  burung murai menyukai tempat-tempat yang tenang, sehingga dalam proses perkawinan dan pembesaran anaknya akan lebih tenang dan tidak terganggu oleh kebisingan lingkungan sekitarnya. 


Maka dianjurkan sebaiknya kita dapat beternak ditempat dengan lingkungan yang tenang.
Alas kandang sebaiknya berupa tanah yang diberi pasir.Pemberian pasir dimaksudkan agar ngasin atau makan batu-batu kecil.  Dengan bermodal ketekunan, keuletan dan tentunya sedikit factor  keberuntungan, maka saya yakin setiap usaha apapun akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk kita.

Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik
Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik
Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik, Dalam memilih bakal calon indukan burung murai hendaklah berhati-hati dan kita harus benar-benar jeli dan teliti. Hal ini perlu kita perhatikan karena awal dari keberhasilan penangkaran ini adalah dengan pemilihan indukan yang baik. Karena dari indukan yang mempunyai kualitas yang baik, maka akan menghasilkan pula kualiatas anakan yang baik pula. Jika calon indukannya mempunyai prestasi juara, itu akan lebih baik lagi, karena kita sudah tahu benar-benar kualitas dari indukkannya.

Ciri-ciri indukan murai yang baik

GABUNG SEKARANG YUK, GRATIS TUTORIAL CARA CARI UANG DI INTERNET
PropellerAds
 Kita harus perhatikan bulu murai batu tersebut apakah halus dan rapi
  • Warna bulu burung murai batu tersebut, pilihlah yang memiliki bulu warna yang cerah serta tidak kusam.
  • Pilih  burung murai  yang memiliki sorot mata yang tajam dan melotot.
  • Pilih  burung murai yang terlihat lincah dan enerjik atau gesit
  • Pilih  burung murai yang memiliki nafsu makan yang tinggi
  • Pilih  postur burung murai yang kekar dan kuat
  • Pilih burung murai yang memiliki cengkraman yang kuat pada tangkringannya serta bertengger tegak  dan selalu memilih tangkringan yang paling atas.

Hal-hal yang perlu dihindari dalam memulih calon indukan murai

 Perhatikan mata, jangan memilih burung murai yang matanya sebagian sering ditutup.
  • Burung itu terlihat lemas tiada gairah dapat dilihat dari gerakannya yang kurang lincah.
  • Burung selalu berada didasar kandang dan jarang bertengger ke tangkringan atas.
  • Bulunya  mengembung dan kelihatan kusam
  • Tidak ada nafsu makan.
  • Sering mematuk-matuk bulu yang biasa disebabkan oleh kutu.
 Pemberian Pakan
Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik, Pakan pada burung murai hasil tangkaran adalah voer, dan ekstra fooding yaitu dapat berupa jangkrik dan ulat. Khusus untuk voer selalu tersedia di tempat makan, karena itu merupakan makanan pokok untuk burung murai hasil penangkaran, sedangkan untuk ekstra fooding dapat diberikan dalam periode tertentu dengan jumlah tertentu pula.
Hal ini bergantung kepada tujuan kita memelihara burung murai tersebut, misalnya untuk burung murai yang akan kita tangkarkan akan berbeda dengan pemberian extra fooding untuk burung murai yang akan kita ikutkan dalam perlombaan. Ini bertujuan untuk mengatur birahi dari pada burung tersebut, karena pemberian extra fooding yang berlebihan seperti jangkrik, malah akan membuat burung tersebut menjadi over birahi.

Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik, Nah lain halnya jika kita akan mengawinkan burung tersebut, maka kita memberikan extra fooding kepada burung adalah agar burung tersebut segera birahi dan segera kawin. Namun tetap perlu diwaspadai pemberian yang berlebihan justru akan membuat burung terutama jantannya menjadi over birahi. Hal ini akan berakibat fatal jika pasangan tersebut tidak sama dalam masa birahi, karena jika over birahi maka sang jantan akan terus mengerjar sang betina untuk mengajak kawin, sedangkan sang betina malah kemungkinan menghindar.

Demikian juga untuk burung yang sedang bertelur dan sebelum bertelur maka pemberian extra food harus disesuaikan dengan kondisi burung, tidak bisa disamaratakan. Pakan burung yang belum bertelor adalah kroto dua sendok, jangkrik 25 ekor pagi dan 10 ekor sore, ulat kandang satu atau dua  sendok makan. Sedangkan saat bertelor kroto dihilangkan, jangkrik dikurangi menjadi 20 ekor dan ulat kandang tetap diberikan.
Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik

Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik, Pengurangan pakan saat burung bertelor bertujuan untuk mengurangi birahi, karena jika burung birahi biasanya telor dibuang, karena burung ingin kawin lagi. Pada saat burung menetas pakan ditambah menjadi dua kali lipatnya. Misalnya jangkrik menjadi 50 ekor, kroto full dan ulat kandang bisa dikurangi jadi 1 sendok saja. Pemberian kroto full bertujuan agar saat meloloh anaknya, sang anakan akan memperoleh protein yang cukup dari induknya, karena kandungan kroto kaya sekali dengan protein untuk pertumbuhan sang anak.

Proses pengeraman dan penetasan
 Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik, Telur burung  biasanya akan menetas setelah dierami selama dua minggu,bisa juga lebih beberapa hari saja tergantung dari musim saat itu. Jika  musim kemarau biasanya akan tepat waktu sekitar dua minggu, namun jika musim penghujan maka akan besar kemungkinan molor satu atau dua hari. 
Setelah menetas dan dipelihara oleh indukannya maka bisa kita panen setelah piyikan menginjak usia seminggu dan jika akan diberi ring maka piyik sudah bisa diberi ring. Setelah pemanenan sang induk diberi pakan biasa, yaitu kroto dua sendok, jangkrik 25 ekor pagi dan 10 ekor sore serta ulat kandang satu sendok. Begitu seterusnya hingga saat indukan siap untuk kawin dan bertelor lagi. Biasanya seminggu atau dua minggu kemudian si betina sudah bertelor lagi dan tentu pakannya disesuaikan lagi.
 Perlu diingat bahwa masa panen sekitar dua minggu terebut jika kita akan meloloh anakan tersebut sendiri, hingga umur piyik sekitar satu bulan lebih dan sudah bisa nangkring dan mulai makan makanannya sendiri.
Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik, Masa paling rawan adalah saat penyapihan piyikan dari sang induk hingga piyikan berumur satu bulan, karena pada masa-masa itu paling sering terjadi kematian piyik. Masa paling sulit adalah saat piyikan diambil dari induknya apalagi jika cuaca dingin saat musim hujan. Tapi setelah piyikan kita beri vitamin khusus untuk anakan dan diberi penghangat maka tingkat kematian sudah bisa dikurangi. Jika anakan sudah berumur satu bulan lebih dimana bulu-bulunya sudah tumbuh semua, dan anakan tersebut sudah bisa dan biasa makan sendiri, maka sudah saatnya anakan tersebut kita pisahkan ke kandang tersendiri untuk menjadi burung murai dewasa.
Demikiaan ulasan pengalaman kami mengenai Cara ternak Murai dan Memilih Indukan yang Baik, semoga imformasi ini dapat bermanfaat untuk dijadikan salah satu referensi dalam pembudidayaan burung murai. Sekian dan terimakasih

 

MAU BELAJAR BISNIS ONLINE GRATIS? DAPATKAN VIDEO TUTORIAL BISNIS ONLINE GRATIS SEKARANG JUGA LANGSUNG KE ALAMAT EMAILMU? KLIK AJA GAMBAR DIBAWAH INI, GRATIS KOK !!
SEBENTAR SAJA, ANDA SUDAH PUNYA WEBSITE

//deloplen.com/afu.php?zoneid=1902675